Tampilkan postingan dengan label Tea. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tea. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Januari 2012

Pearl Thai Green Tea

Ini dia nih varian teh yang paling memorable.
Waktu itu lagi cari minuman di food court Taman Sari, Ambarukmo Plaza.
Iseng, pilih pearl thai green tea.
Ternyata, it’s so me.^^


THAI TEA
Sesuai namanya, teh ini berasal dari Thailand.
Teh yang rasa tehnya lebih dominan.
*yah namanya juga teh, haha, hard to explain
Walaupun pakai susu tapi pahitnya yang berasa.
Tidak seperti teh tarik yang susu banget.
*jiah, ternyata teh susu juga toh, wakakakak
Tapi beda kok rasanya.
Teh susu-nya Indonesia, Teh Tarik dan Thai Tea beda racikannya.
*negaranya saja beda^^
Punya Indonesia yang cara bikinnya the simpliest one. Hehe

Dulu pernah tanya resepnya sama mbah google.
Katanya kalau mau buat Thai Tea yang mirip aslinya, pakainya Teh Celup Sosro.
Ini resep selengkapnya. *kepo-in dah
Pas liburan di Makassar kemarin juga beli teh ini.
Tapi belum pernah coba buat sampai sekarang. Haha.
Eh eh, ternyata di Soroako juga pada jual kok Teh Celup Sosro.
Hobi “menjelajah sudut toko kelontong” sudah jarang saya lakukan dsini.
Tidak tahu perkembangan ditempat tinggal sendiri.^^
 
THAI GREEN TEA
Nah yang ini Thai Tea tapi teh yang dipakai teh hijau.
Teh Celup Sosro belum ada yang versi Green Tea!. Hahaha.
Well, kemungkinan besar yang dipakai di Taman Sari itu Matcha. *menurutku^^
Matcha adalah bubuk teh hijau dari Jepang.
Bukan pakai teh hijau celup apalagi yang masih dalam bentuk daun seperti yang saya minum dirumah. Hahaha.
Racikan ala Thailand tapi tehnya dari Jepang.
Ganti nama tuh, jadi Thai-Japanese Green Tea-Tea atau Thai Macha Tea.*abaikan
Mau beli matcha, tapi mahal juga harganya. Hehe
Ini salah satu penampakannya.

-ketahuan kan bisa beli online dimana^^-
 
PEARL
Pearl-nya terbuat dari tepung tapioka, diberi pewarna (biasanya coklat).
Terus dibentuk seperti kelereng.
Kalau dari resep-resep yang ada, pearl atau dikenal juga dengan bubble, tidak ditambah perasa coklat.
Tapi kalau yang saya minum di Taman Sari, ada sedikit rasa coklatnya.
Salah satunya resepnya ini.
Nah pearl inilah yang menyeimbangi rasa tehnya.
Kalau restoran paling pakainya yang instant.
Salah satunya seperti ini:


Suka dengan penampakannya Pearl Thai Green Tea.
Warnanya hijau muda, dibawahnya coklat (pearl-nya tenggelam didasar),.
Terus sedotannya besar, biar pearl-nya bisa lewat.^^
Yummy!

Eh pas searching, dapat gambar asli dari Taman Sari juga.
Walaupun tidak begitu kelihatan warna tehnya.

-sumbernya disini-
Ini termasuk salah satu magnet buat back to Jogja.
Dimana-mana juga ada.
Tapi kenangannya yang sesuatu.
Tempatnya sangat mendukung.
Di sudut Taman Sari dekat dinding kaca.
Ada view yang bagus buat berfikir.*menghayal^^
Bisa lihat pesawat yang baru take off juga loh.
Hopefully can be there again. Insya Allah.

Salam super blogger.
Wassalam.^^>

Sabtu, 21 Januari 2012

Teh

Saya termasuk peminum teh.
Di rumah setiap harinya pasti ada teh satu ceret kecil.
Ceret emas yang biasa jadi oleh-oleh dari naik haji itu.
Yang ada tulisannya made in Korea.^^
Muatannya 4 gelas belimbing lah.
Masih ingat kan sama gelas belimbing, hahaha *abaikan
Kalau dulu teh yang di minum itu masih bubuk yang perlu di saring.
Sekarang sih sudah era-nya teh celup, Teh Sariwangi.
*sebut merek^^

Kenal dengan teh-teh lain, ya pas kuliah.
Ketika status sebagai anak kos mengharuskan untuk belanja sendiri keperluan rumah tangga eh rumah kos. *sambil kepalkan tangan ke atas
Akhirnya malah jadi hobi baru.
Hobi menjelajahi seluruh sudut toko kelontong. Hahaha.

TEH HIJAU


Teh hijau yang ini masih berbentuk daun teh kering.
Kardus kecil ini berisi 3 sachet.
Satu sachet bisa buat 10 gelas, tergantung sih takarannya.^^
Yang setelah di seduh daunnya mengembang.
Kalau saya tidak di saring lagi, cuma meminggirkan daun-daunnya saja pas minum.
Nay bilangnya “de Nin...ada sayurnya di teh”. Hahaha.
Ini penampakannya.

-kalau daunnya dididihkan bersama air, mengembangnya maksimal-

Di Makassar sempatkan beli teh ini.
Sekarang lagi giat meminumnya.
Nah, pas akupuntur kemarin saya tanya ke dokter.
Kalau magh, tidak boleh minum teh ya dok.
*maghku lagi di terapi
Dokternya belum menjawab, saya bilang lagi tehnya teh hijau dok.
Oh tidak boleh.
Kenapa memangnya minum teh hijau, mau langsing?.
Apanya mau dilangsingkan.
Hmm, mau antioksidannya sih dok.
Lebih baik minum vitamin E saja kalau mau antioksidan, kata dokter lagi.

Dari baca artikel di internet.
Boleh saja penderita magh minum teh hijau, asal ditambah pemanisnya.
*green tea lover cari pembolehan
Padahal saya selama ini minumnya so-low-sugar.
Tidak begitu suka teh terlalu manis, eneg.^^

TEH HITAM
Teh Hitam juga sempat mengisi hariku kala itu.
Tapi sudah lupa mereknya.
Banyak soalnya temannya kalau di kos, ada Milo, Indomie, Energen dan lain-lain.
Jadi susah membagi perhatian, Hahaha.
Mau coba varian teh yang lain, tapi harganya tidak bersahabat.^^

TEH INSTANT
Teh yang tinggal lep.
Seperti Teh Kotak, Teh Botol, atau Teh Botol yang di kotak.
Saya sukanya biasa saja.
Paling kalau makan di luar baru minum itu.
Tidak seperti kakakku yang dikamarnya selalu stok teh kotak sekardus atau pulpy orange sekardus. *jiah

ES TEH
Di rumah kalau ada teh tersisa.
Paling siang-siangnya ditambah es batu, jadilah Es Teh.
Es Teh? Jogja banget.
Kenal sama es teh juga di Jogja.
Aneh saja, setiap warung pasti ada es tehnya.
Maklumlah, sebelumnya jarang makan di warung. *katro^^
Pas pulang kampung, kebiasaan ini ikut. 

-homemade iced tea-


Jadi ingat, pernah belajar bahasa Turki.
Nah gurunya itu asli orang Turki, namanya Fatih bey (Pak Fatih).
Beliau heran dengan es teh.
Kok teh pakai es.
Katanya, baru di Indonesia beliau mendapati es teh. Haha.
Secara di Turki sono, minum tehnya pas lagi panas-panasnya.
Dengan gelas-gelas kecil dan gula batu.
Gulanya kadang tidak di cempung ke dalam teh.
Tapi di gigit-gigit dulu, baru kemudian minum tehnya.
Penasaran dengan teh Turki.
Apalagi lihat TL si Felish di twitter, bahas tentang koleksi tehnya dia.
Ternyata banyak ya teh lokal yang tidak populer.
Padahal kemasannya sudah modern.
Apa karena saya saja yang tinggal di desa. Hehe. My lovely desa^^

TEH TARIK
Teh Tarik asli Malaysia.
Kalau di Indonesia dikenalnya dengan teh susu.
Tapi karena penyajiannya pakai di tarik dari gelas satu ke gelas lain, jadilah teh tarik.
*jangan di tambah "mang" ya^^
Kalau di restoran sudah pakai mesin, jadi tinggal pencet.
Pertama coba itu di Kona.
Enak. Manisnya pas.
Kalau jalan sama Dita pasti ke Kona!.
*miss you Dita, a lot
FYI, Kona selain teh tariknya enak, makanannya juga enak.
Harganya pas.
Belum lagi tempatnya, cozy. Hidup Kona!. ^^"

-kamera HP jadul, Kona remang-remang, hasilnya kaburrr-


Pernah coba di Es Teler 77, kemanisan menurutku.^^
Ini penampakannya.

-teh tarik pake gelas kopi (nescafe)-

Sebenarnya cuma mau bahas teh hijau.
Tapi karena pas sudah dituang dalam tulisan,^^
Eh kemana...kemana...kemana-mana pembahasannya.
Jadilah bahas teh secara umum.

Yasud...
Bye...*ala syahrini, gubrak
Wassalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh...jamaah...oh jamaah^^